Abstrak  Kembali
Tesis ini bertujuan untuk melihat kesesuaian kompetensi profesional guru di SDN Kedaung Kaliangke 06 dengan standar pendidikan nasional berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dilihat dari evaluasi konteks, input, proses dan produk. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian Field research atau studi lapangan dan metode evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Dimana kompetensi profesional guru dalam evalasi contek dilihat dari penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Dalam evaluasi Input dilihat dari penguasaan standart kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, dalam evaluasi proses dilihat dari pengembangan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, dan dari produk evaluasi dilihat dari pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi . Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, dan dewan guru. Kesesuaian kompetensi profesioanal guru di SDN Kedaung Kaliangke 06 dengan Standar Pendidikan Nasional melalui evaluasi CIPP sudah cukup baik hal ini dilihat dari: (1) Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu oleh guru SDN Kedaung Kaliangke cukup baik, hal itu dikarenakan 75% guru yang mengajar sudah mampu menyusun indikator dan tujuan pembelajaran yang terukur sesuai dengan kompetensi dasar. (2) Penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu cukup baik, 60% guru sudah bersertifikat pendidik. (3) Pengembangan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif cukup baik, dimana 68,8% guru mampu memanfaatkan media pembelajaran yang variatif. (4) Pengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif sudah cukup baik, dimana 52,4% guru sudah mampu melkakukan penelitian tindakan kelas. (5) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri sudah cukup baik, dimana 90% guru mampu menggunakan IT dengan baik. Hanya ada dua guru yang kurang mahir dalam pemanfaatan IT yaitu guru kelas 2 dan 3. Dari hasil penelitian yang ada, SDN Kedaung Kaliangke 06 perlu melakukan pembinaan guru seminggu sekali guna meningkatkan kompetensi profesional, membuat jadwal pelatihan mandiri dengan tutor sebaya, diklat dari P2PTK2 ataupun LPMP DKI Jakarta, dan dalam rangka peningkatan pembelajaran guru secara bergantian presentasi dari pengembangan diri setelah pelatihan kepada teman seprofesi.