Buah labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) secara empirik digunakan sebagai
diuretika. Penelitian sebelumnya menggunakan ekstrak etanol 70% dari kulit buah
labu siam terhadap tikus yang menunjukkan aktivitas diuretik pada dosis 33
mg/kg BB. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas diuretik fraksi buah
labu siam berdasarkan pengukuran volume urin dan jumlah natrium. Penelitian ini
menggunakan 24 ekor tikus dibagi 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok negatif,
kelompok positif (hidroklortiazid 2,59 mg/kg), kelompok ekstrak etanol 96%
dosis 33 mg/kg BB, kelompok fraksi n-Heksan dosis 5,30 mg/kg BB, kelompok
fraksi etil asetat dosis 8,12 mg/kg BB dan kelompok fraksi air 404,44 mg/kg BB
secara per oral. Urin ditampung selama 24 jam diukur jumlah urin. Jumlah
natrium dihitung dengan fotometer klinikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
persentase diuretik dan jumlah natrium pada kelompok negatif 17,85% dan 16,22
mg, positif 46,51% dan 28,44 mg, ekstrak etanol 40,29% dan 18,80 mg, fraksi n-
Heksan 27,94% dan 19,37 mg, fraksi etil asetat 29,90% dan 18,94 mg serta fraksi
air 43,92% dan 24,77 mg. Dapat disimpulkan ekstrak etanol 96% dan fraksi air
memiliki efek diuretik karena berbeda makna dengan kontrol negatif (p≤ 0,05)
dan potensinya setara dengan kelompok positif (p ≥0,05).
|