Abstrak
Berdasarkan studi pendahuluan kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kembangan ditemukan adanya pekerja merasakan keluhan seperti sakit, kesemutan dan mati rasa pada tangan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan carpal tunnel syndrome pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Tahun 2023. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan Cross Sectional dengan teknik Non Probabilitiy Sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 pekerja dengan Purposive Sampling. Pada pengumpulan data menggunakan angket dan pengukuran langsung pada intensitas getaran pekerja bengkel las. Instrumen yang digunakan formulir isian untuk nama, pendidikan, usia, masa kerja, lama paparan, penggunaan alat pelindung diri (APD) intensitas getaran dan tes phalen. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu univariat dan bivariat (Chi-Square) untuk mengetahui gambaran serta hubungan tiap faktor dengan keluhan carpal tunnel syndrome. Karakteristik subjek penelitian didapatkan CTS sebesar 72,5%, mayoritas berusia dewasa akhir (55%), masa kerja lebih besar 5 tahun (75%), lama jam paparan mesin lebih besar 8 jam (68,8%), tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) (87,5%), dan mendapatkan intensitas getaran melebihi nilai ambang batas (NAB) (73,8%). Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara intensitas getaran dengan keluhan CTS (PR = 1,521) dengan P-Value 0,023. Variabel lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan dengan keluhan CTS yaitu usia, masa kerja, lama paparan, penggunaan alat pelindung diri (APD).