OPAC
Perpustakaan
Integrity, Trust, Compassion
 Deskripsi Lengkap
 Kembali
No. Panggil : S06 22329
Judul : POLA KOMUNIKASI KELOMPOK KOMUNITAS DUBBING FORTRESS DALAM MEMENTUKAN KONTEN DI SOSIAL MEDIANYA
Pengarang : Nino Hartanto Dewanthara
Penerbit dan Distribusi : FISIP
Subjek : komunikasi kelompok, sosial media, Dubbing,
Jenis Bahan : {007/00}
Lokasi :
 
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan Anggota
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S06 22329 S06 22329 TERSEDIA
Ulasan Anggota:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 76927
 Abstrak
Dubbing dalam bahasa Indonesia adalah Sulih Suara, yaitu mengisi suara peran di film atau mengganti suara asli pemeran film itu dari bahasa asing ke bahasa Indonesia. Dubber dalam bahasa Indonesia adalah Pesulih Suara / Pengisi Suara. Jadi, dubbing adalah proses pengisian suara, sedangkan dubber adalah pelaku atau orang yang mengisi suara. Dubbing juga termasuk bagian dari Seni Peran yaitu kategori Voice Acting atau Akting Suara. Selain mengisi suara film asing yang dialihbahasakan dari bahasa asli ke dalam bahasa Indonesia, seorang dubber juga bisa mengisi suara animasi lokal (produksi Indonesia), sinetron laga, iklan televisi & radio, sandiwara radio, company profile, game online, konten YouTube, berbagai aplikasi, narasi berita, narasi infotainment dan berbagai jenis narasi, Voice Over dan promo lainnya. Rumusan masalah Bagaimana pola komunikasi pada komunitas dubbing fortress dalam menentukan produksi konten Fortress Dubbing adalah komunitas khusus untuk sharing informasi seputar dunia dubbing atau sulih suara, yang dibentuk pada 4 Juni 2021, yang hanya beranggotakan 10 orang, seiring berjalan nya waktu komunitas ini berkembang dan dapat merekrut dubber yang pernah terjun langsung ke studio, platform streaming, dan tv untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Hasil dari penelitian ini menunjukan pola komunikasi yang digunakan dalam komunitas Fortress terdiri dari dua jenis pola komunikasi roda dan pola komunikasi linear. Pola komunikasi linear digunakan untuk berkordinasi semua anggota yang berada dalam produksi konten dubbing dan komunikator dikomandoi oleh dua orang Dana dan Grace yang lebih berperan aktif sebagai komunikator dalam komunitas Fortress. Sedangkan pola komunikasi spiral digunakan untuk melakukan diskusi pada saat pra dan pasca produksi, menentukan warna suara yang akan digunakan dan evaluasi. Semua anggota mempunyai hak yang sama, memberikan pendapat, masukan, saran, maupun kritik. Masukan, pendapat atau saran akan menjadi sebuah strategi yang akan mereka gunakan di dalam pertandingan tersebut
|| Pengguna : Perpustakaan || Tampilan terbaik dengan  Firefox