OPAC
Perpustakaan UHAMKA
Knowledge become power only when we put it into use
 Deskripsi Lengkap
 Kembali
No. Panggil : T093-00001
Judul : Pengembangan terampilan berbicara anak tunarungu dalam keluarga: penelitian fenomenalogis
Pengarang : Parmi Pujiastuti
Penerbit dan Distribusi :
Subjek : TUNARUNGU
Jenis Bahan : {007/00}
Lokasi : Limau
 
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan Anggota
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T093-00001 T093-00001 TERSEDIA
Ulasan Anggota:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 48881
 Abstrak
ABSTRAK Parmi Pujiastuti. Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Tunarungu Dalam Keluarga. Penelitian Kualitatif dengan metode fenomenalogis. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Pro. Dr. Hamka, 2009. Tesis ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai suatu objek dengan mempelajari dan memahami penyebab ketunarunguan dan mendeskripsikan dampak ketunarunguan terhadap perkembangan keterampilan berbicara serta untuk mengetahui tindakan yang dilakukan orang tua untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak tunarungu dalam keluarga. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian fenomenalogis untuk memahami arti ketunarunguan dan dampaknya terhadap perkembangan berbahasa dan bicaranya. Pendeteksian pendengaran anak (Any) dilakukan pada usia 2 tahun 9 bulan. Hasilnya Any dinyatakan mengalami gangguan pendengaran berat. Untuk mengatasi dampak yang ditimbulkannya, diberikan alat bantu mendengar (ABM) dan meminta petunjuk para pakar. Kemudian berbagai upaya dilakukan oleh orang tua untuk mengembangkan keterampilan bicaranya antara lain dengan: melakukan upaya keterarahwajahan, upaya latihan pernafasan, dan upaya belajar bahasa yang sebenarnya. Selanjutnya secara bertahap anak belajar berbahasa-berbicara. Sedangkan materi bahasa yang diberikan adalah fenologi, morfologi, sintaksis, serta semantik. Dampak dari ketunarunguan merupakan penyebab munculnya hambatan-hambatan dalam mengajarkan berbicara pada anak tunarungu. Data penelitian dikumpulkan secara kualitatif, yaitu melalui pengamatan, dan analisis dokumentasi. Dan instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Data penelitian dianalisis secara kualitatif, dengan menelaah seluruh data yang tersedia, mengadakan reduksi data, menyusun abstraksi, mengadakan pemeriksaan keabsahan data, dan penafsiran data. Temuan hasil penelitian secara kualitatif berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa berdasarkan hasil analisis data secara kualitatif berdasarkan teori Moleong, maka peneliti telah mengklasifikasikan data (coding) terhadap proses pengembangan keterampilan berbicara anak tunarungu dalam keluarga berdasarkan pendeteksian ketunarunguan secara dini, upaya yang dilakukan oleh orang tua/ keluarga untuk pengembangan keterampilan berbicara anak tunarungu dalam keluarga, materi bahasa yang diberikan untuk pengembangan keterampilan berbicara anak tunarungu dalam keluarga, dan hambatan-hambatan dalam pengembangan keterampilan berbicara bagi anak tunarungu. Berdasarkan kenyataan yang ada, maka temuan penelitian ini menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan orang tua dalam mengembangkan keterampilan bicara anak tunarungu.
|| Pengguna : Perpustakaan UHAMKA || Tampilan terbaik dengan  Firefox