OPAC
Perpustakaan
Integrity, Trust, Compassion
 Deskripsi Lengkap
 Kembali
No. Panggil : S06-00362
Judul : Aktualisasi diri perempuan betawi terhadap stereotype gender masyarakat (studi kasus terhadap perempuan betawi berpendidikan tinggi di kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama Jakarta Selatan)
Pengarang : Mulyani Widyastuti
Penerbit dan Distribusi : FISIP
Subjek :
Jenis Bahan : {007/00}
Lokasi :
 
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan Anggota
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S06-00362 S06-00362 TERSEDIA
Ulasan Anggota:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 46236
 Abstrak
Masyarakat Betawi masih mengadopsi pola pikir lama tentang sudut pandang dunia pendidikan formal khususnya terhadap perempuan Betawi. Perempuan dianggap tidak penting berpendidikan, seperti ungkapan mereka yang mengatakan bahwa ?Tugas perempuan adalah melayani suami (di rumah), karena itu pendidikan dianggap tidak penting bagi perempuan?. (Narwoko dan Suyanto, 2007:342-343). Ungkapan inilah yang telah menyebabkan terbentuknya sebuah stereotype gender terhadap perempuan Betawi khususnya dalam dunia pendidikan Perguruan Tinggi. Perempuan Betawi dapat dikatakan sebagai perempuan dengan latar belakang budaya Betawi yang sangat kuat serta memegang teguh agama islam dan patuh terhadap orang tua dan untuk memberikan gambaran mendasar mengenai Aktualisasi Diri Perempuan Betawi terhadap Stereotipe Gender Masyarakat, faktor-faktor yang menyebabkan Stereotipe Gender di masyarakat terhadap perempuan Betawi serta cara aktualisasi diri dari perempuan Betawi dalam menghadapi Stereotipe gender tersebut. Aktualisasi Diri merupakan salah satu teori komunikasi antarpribadi teori ini membahas tentang seseorang yang sengaja mengembangkan dan mengutarakan hasratnya untuk menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri, dan menjadi apa saja sesuai dengan kemampuannya Peneliti menganggap bahwa teori ini sesuai dalam pengembangan diri perempuan Betawi Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif, dengan metode studi kasus yang menganalisis satu kasus yaitu cara perempuan betawi dalam mengaktualisasikan diri menghadapi stereotipe gender masyarakat dalam bidang pendidikan. Subjek penelitian ini adalah Informan Kunci serta Informan Pendukung 4 orang perempuan dan 4 orang laki-laki baik orang Betawi asli maupun luar Betawi, dengan observasi non-partisipan dan wawancara mendalam. Kesimpulan dari Stereotipe gender masyarakat terhadap perempuan Betawi berpendidikan tinggi karena adanya ketakutan tersendiri dari masyarakat, ada beberapa stereotipe yang telah melekat di masyarakat yang diantaranya adalah 1) Kaum Tertindas, 2) Kaum Teraniaya, dan 4) Kaum Terhina. Dalam proses aktualisasi diri perempuan Betawi ini dengan beberapa tahap yang diantaranya adalah : Mengamati setiap kemajuan dan perkembangan yang ada di lingkungan sekitarnya, dengan memberikan kontribusi kepada masyarakat berupa aktif di lembaga organisasi seperti Baksos, aktif di PKK dan ikut pengajian baik di kalangan remaja maupun orangtua khususnya Ibu-ibu.
|| Pengguna : Perpustakaan || Tampilan terbaik dengan  Firefox