Abstrak
Komunikasi merupakan suatu proses seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi,menciptakan, dan berhubungan dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi bisa berbentuk komunikasi verbal dan nonverbal.Komunikasi lisanmerupakan komunikasi yang disampaikan secara pribadi yaitu berbicara pribadi (face to face) jugamenggunakanmediator media, misalnya berinteraksi menggunakanmemakaimedia umum atau telepon genggam. Sedangkan komunikasi non verbal merupakan metode berkomunikasi dengan orang lain tanpa memakai kata-kata, melainkan tindakan. Misalnya, memakai gerakan tangan buatmemilihdan meminta sesuatu, melakukan hubungan mata, sentuhan, intonasi suara, mikro ekspresi, & bahasa tubuh. Salah satu fungsi komunikasi merupakanuntuk mendidik anak penyandang tuna wicara, bertujuan untuk membantu anak tunawicara ketika berinteraksi, melakukan perkembangan, sikap, perilaku. Dalam penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik yang ingin mengetahui bagaimana komunikasi non verbal guru danmurid tuna wicara di SLB Amal Mulia. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tahapan penelitian melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, bisa diketahui bagaimana komunikasi non verbal antara gurudanmurid tuna wicara dalam interaksi sosial di SLB Amal Mulia. Dari hasil penelitian penulis bisa menyimpulkan bahwa komunikasi non verbal adalah proses komunikasi yangsempurnapada penyampaian kepada anak tuna wicara di SLB Amal Mulia , hal ini ditimbulkanlantaran keterbatasan yang dimiliki murid tunawicara yang hanya bisa berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat , adanya sentuhan , indera bantu , peraga adalah faktor pendukung pada proses komunikasi yang sangat diharapkanmurid tuna wicara. Melakukan Pendekatan dalam bentuk komunikasi 2 arah menjadi pendekatan gurudanmurid tuna wicara ,hal ini bertujuan untuk mempermudah pada proses aktivitas belajar mengajar di SLB Amal Mulia