Abstrak
Di Indonesia, masyarakat secara sosial hanya mengenal adanya dua gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Gender laki-laki bersifat maskulin dan gender perempuan bersifat feminin, diluar kedua sifat gender tersebut masyarakat menganggapnya sebagai perilaku yang menyimpang. Androgini adalah sebuah identitas gender di mana seorang individu memiliki sisi maskulin sekaligus feminin yang setara. Fenomena androgini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat di Indonesia hanya mengakui seseorang berdasarkan identitas seks bilogisnya. Melalui penelitian ini peneliti akan menjelaskan bagaimana representasi androgini, dan faktor-faktor apa saja yang menjadi latar belakang androgini dari Athira Farina melalui akun Instagramnya @athirafarina. Peneliti menggunakan teori Representasi yang menyangkut pembuatan makna apa yang direpresentasikan kepada kita melalui media, dan juga menggunakan teori Semiotika Charles S. Peirce untuk membantu menafsirkan makna-makna androgini yang terkandung dalam unggahan foto Instagram Athira. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif dan metode penelitian Analisis Semiotika Peirce agar dalam melakukan penelitian secara terperinci, dan mengetahui lebih dalam isi dan makna yang terkandung di balik unggahan foto Instagram @athirafarina. Dari penelitian yang telah dilakukan, Representasi Androgini Athira Farina dapat dilihat melalui unggahan kegiatan yang ia lakukan, selain berprofesi sebagai pilot yang dominan pekerjaannya dilakukan oleh laki-laki ia juga sering melakukan kegiatan drum/boxing. Cara berpakaian Athira (mengenakan celana), cara berpose, dan memakai make up yang terlihat lebih maskulin. Faktor-faktor yang melatarbelakangi androgini Athira terdiri dari faktor internal (dukungan keluarga dan dari dalam diri Athira sendiri), dan faktor eksternal (lingkungan kerja dan dukungan dari followers Instagram @athirafarina).