Abstrak
Diskriminasi perempuan dalam ruang kerja jurnalistik merupakan sebuah permasalahan gender, hal ini dipicu adanya relasi gender yang buruk pada perusahaan media, sehingga menjadi isu gender yang berkelanjutan. Fenomena ini penting bagi AJI yang merupakan organisasi bagi para jurnalis menyuarakan pendapat, terutama fokus dalam strategi mengatasi isu-isu gender dan kelompok marjinal. Melalui penelitian ini peneliti akan menjelaskan bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan AJI dalam upaya menghapus diskriminasi terhadap jurnalis perempuan. Peneliti menggunakan teori strategi oleh Rogers sebagai dasar pemikiran untuk memahami terkait strategi komunikasi, yang dilakukan oleh AJI dalam upaya menghapus diskriminasi terhadap jurnalis perempuan. Peneliti juga menggunakan teori pendukung mengenai sistem sosial oleh Luhmann guna memahami faktor pendorong AJI dalam melakukan strategi komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta jenis penelitian deskriptif, pendekatan kualitatif bertujuan guna memaparkan fenomena secara mendalam melalui cara deskriptif. Penggunaan jenis deskriptif agar peneliti mampu menyampaikan analisis data secara sistematis. Dari hasil penelitian ini dipahami bahwa strategi komunikasi AJI ialah melakukan program komunikasi seperti, diskusi, workshop serta training. Melalui tahapan strategi komunikasi mulai dari pemilihan komunikator, analisis sasaran komunikasi, penyusunan pesan, pemilihan media serta evaluasi sebagai tahapan akhir. Faktor pendorong AJI melakukan strategi komunikasi yaitu adanya faktor internal dan eksternal yang menjelaskan masih terbatasnya pemahaman akan kesetaraan gender pada rekan-rekan jurnalis di perusahaan media. Melalui penelitian ini diharapkan pada penelitian selanjutnya mampu meneliti, bagaimana tingkat keberhasilan pelaksanaan program komunikasi yang dilakukan oleh AJI. Sebagai pengembangan kajian ilmu komunikasi yang lebih luas, melalui metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif, serta pengumpulan data secara kuesioner.