Abstrak
JKT48 adalah grup idola yang memiliki penggemar sangat banyak. Mayoritas penggemar adalah mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas. Mereka tidak enggan ketika menonton JKT48 tampil, untuk ikut menari dan menyanyi bahkan terkesan sangat fanatik. Ketika menonton konser, misalnya. Bagi mereka yang berjenis kelaim laki-laki, seolah tidak peduli terhadap pembawaan laki-laki yang seharusnya gagah dan macho, namun mereka justru menari menirukan tarian JKT48. Dan tentunya penggemar perempuan yang tidak kalah fanatik ketika menonton JKT48. Penelitian ini fokus pada konteks komunikasi kelompok, khususnya penggemar yang tergabung dalam sebuah komunitas, yang juga tercakup dalam analisis domain etnografi. Penelitian ini menggunakan teori interaksi yang dipelopori oleh George Homans. Metode penelitian ini menggunakan fenomenologi. Kemudian jenis penelitiannya deskriptif, pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Yang terakhir adalah analisis data dengan menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fanatisme yang ada pada penggemar JKT48 merupakan wujud dari komunikasi kelompok yang efektif serta interaksi yang terus terjadi antar sesama anggota, seperti kegiatan, atribut dan bahasa yang mereka gunakan merupakan faktor terpenting untuk menjaga keutuhan komunitas. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan bahasan teori semiotika Roland Barthes dan metode etnografi komunikasi agar dapat dikaji lebih dalam mengenai pola-pola komunikasi yang ada dalam penggemar JKT48.