Abstrak
Karyawan merupakan peranan penting bagi menjalankan operasional perusahaan. Terdapat berbagai karakteristik karyawan di Indonesia, salah satunya adalah Generasi Millenial (Y). Menjadi tantangan tersendiri bagi pangsa tenaja kerja karena jumlahnya begitu besar. Berdasarkan Pusat Badan Statistik(BPS) pada tahun 2016 jumlah pekerja genrasi millenial di Jabodetabek mencapai 46.847.228 (39%) dari total pekerjaan keseluruhan 120.647.697 dan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah usia produktif di Indonesia. Generasi mileniall merupakan generasi yang paling stress diantara generasi lainnya ( generasi baby boomers dan generasi x ) Stress meruapakan suatu ketegangan perasaan yang terjadi karena beban dan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan indvidu. Maka dibutuhkan suatu kemampuan individu dalam menghadapi tugas tugasnya dilingkungan pekerjaaan. Sampel dalam penelitian ini memiliki 300 sampel tediri dari 161 laki laki dan 139 perempuan. Adapun Instrunmen pengumpulan data tersebut mengunnakan sekala CAAS-SF (Carrer Adapt abilities Scale-Short-FORM) oleh Savickas dan Job Stress Scale oleh Parker dan DeCotiis. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai koefisien korelasi -0.117* yang artinya ada hubungan signifikan negatid antara adaptabilitas karir dengan stress kerja pada generasi mileniall, semakin besar adaptabilitas karir individu atau semakin individu memiliki kemampuan dan kesiapan terhadap karirnya maka akan semkain rendah stress kerja yang dimiliki.