Abstrak
Dariyanto. The Effects of Contextualizing and Decontextualizing Techniques on Students? Vocabulary Mastery at The Eighth Grade of Al-Ihsan School , North Meruya, Kembangan, West Jakarta. Thesis. Graduate School of University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2013. Penelitian ini dilakukan untuk merespon rendahnya kemampuan para siswa dalam penguasaan kosakata bahasa Inggris. Hal ini mungkin sekali disebabkan oleh lemahnya guru menerapkan teknik pengajaran kosakata. Untuk itu, penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tersebut dengan membandingkan 2 jenis tehnik pengajaran. Masalah penelitian ini, kemudian, dirumuskan sebagai: Apakah teknik contextualizing lebih efektif daripada tehnik decontextualizing dalam penguasaan kosakata?, Apakah siswa-siswi yang diajarkan kosakata dengan teknik decontextualizing lebih baik penguasaannya daripada siswa-siswi yang diajarkan dengan tehnik contextualizing? Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi-experiment. Subjek penelitiannya adalah dua kelas 8 SMP. Kedua kelas tersebut masing-masing terdiri dari 28 siswa. Masing-masing kelas akan memperoleh perlakuan (treatment) pengajaran kosakata dengan teknik menghafal daftar kosakata bahasa Inggris dengan makna bahasa Indonesia baik di dalam atau luar kelas dalam prakteknya. Di kelompok lainnya diajarkan teknik menaksir makna kata dalam kalimat dengan makna bahasa Indonesia. Data-data dikumpulkan dengan menggunakan 2 jenis tes kosakata: menaksir makna kata dalam kalimat and menghafal kosakata. Kedua tes disajikan dalam tes berbentuk pilihan ganda sejumlah masing-masing 25 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t hitung ˃ t table ( 2.237 ˃ 2.005), dan P value (0.029 ˃ 0.05), ini menyatakan bahwa siswa-siswi yang mendapatkan perlakuan pada kelompok decontextualized group lebih mampu menguasai daripada kelompok yang mendapatkan perlakuan contextualized group secara statistika. Berdasarkan penemuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknik menghafal daftar kosakata dapat berkontribusi lebih baik daripada teknik menaksir makna kata dalam kalimat dengan tingkat signifikansi perbedaan. Dengan ungkapan lain bahwa teknik menghafal masih lebih efektif daripada teknik menaksir makna dalam penguasaan kosakata khususnya di kelas 8 SMP.