Abstrak
Sutarnani. Hubungan antara status sosial ekonomi dan kebutuhan gizi ibu hamil dengan angka kejadian bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Islam Jakarta Utara Sukapura periode Juni ? Agustus 2012.Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR.Hamka, 2012. Kejadian Bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Islam Jakarta Utara Sukapura, periode Juni s/d Agustus tahun 2012, adalah 31 bayi atau 9,9% angka yang cukup tinggi dari seluruh kelahiran hidup di Rumah Sakit Islam Jakarta Utara. Bayi berat lahir rendah merupakan salah satu factor yang berperan terhadap kematian bayi, khususnya pada masa perinatal. Upaya untuk meningkatkan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin sejak bayi dalam kandungan , agar kelahiran bayi berat lahir rendah dapat dicegah. Terjadinya kelahiran bayi berat lahir rendah dapat terjadi pada ibu ? ibu hamil dengan status ekonomi yang tidak memadai dan asupan gizi yang tidak mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Status Sosial Ekonomi dan Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dengan angka kejadian BBLR di Rumah Sakit Islam Jakarta Utara. Desain penelitian yang dipakai adalah cross sectional. Data diambil dari pengumpulan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien dan register ibu bersalin di ruang kebidanan. Penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan bayi dengan berat lahir rendah yang kurang dar 2500 gram di Rumah Sakit Islam Jakarta Utara. Selama periode penelitian dari Juni ? Agustus tahun 2012 tercatat sejumlah 313 ibu melahirkan, dengan 31 persalinan BBLR diantaranya bayi dengan berat lahir rendah ini menjadi populasi sekaligus merupakan sampel dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekonomi dan gizi ibu hamil memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (P = 0,018). Variabel umur ibu, tinggi badan ibu, pekerjaan, masa gestasi, jumlah kelahiran, dan jarak persalinan tidak berpengaruh terhadap kejadian bayi berat lahir rendah secara bermakna (P > 0,05).