Abstrak
Tesis ini bertujuan untuk melihat pengaruh metode pembelajaran dan inteligensia terhadap prestasi belajar sejarah siswa Sekolah Menengah Atas Jakarta Barat. Dua SMA Negeri di daerah Jakarta Barat dipilih secara random dari 17 SMA Negeri dengan memfokuskan pada kelas XI IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Tes pilihan ganda pelajaran sejarah diberikan kepada 40 orang siswa yang menjadi kelas eksperimen dan 40 orang siswa kelas kontrol di dua SMA Negeri yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa (1) Prest asi belajar sejarah siswa yang diajar dengan metode peta pikiran lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan metode ceramah pada katagori siswa ber inteligesia tinggi (Qhit = 10,12 > 3,96 = Qtab). (2) Prestasi belajar sejarah siswa yang diajar dengan metode peta pikiran ternyata lebih rendah dari pada metode ceramah pada kategori siswa ber inteligensia rendah ( Qhit = -2,89 < 3,96 = Qtab ). (3) adanya interaksi yang positif antara Metode pembelajaran dan inteligensia terhadap prestasi belajar ( Fhit = 107,97 > 3,97). Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi kepada para guru sejarah bahwa metode pembelajaran dan tingkat inteligensia siswa sangat mempengaruhi peningkatan prestasi belajar siswa, oleh karena itu harus ada kreativitas dari para guru untuk memvariasi metode mengajarnya dengan baik. Kepala Sekolah yang memiliki otoritas untuk mengatur sekolah menjadi lebih baik seharusnya memberikan pelatihan tentang penggunaan metode pembelajaran sehingga guru tidak terpaku pada metode pembelajaran konvensional (ceramah).