Abstrak
ABSTRAK Shofatartila Salim. Optimalisasi Kompetensi Keprofesionalan Guru Bimbingan dan Konseling Untuk Efektivitas Layanan Bimbingan dan Konseling Pada SMP Negeri 225 Jakarta .Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2011. Penelitian ini bertujuan menghimpun, menelaah, menganalisis, dan mengungkapkan data untuk mengetahui kompetensi keprofesionalan guru bimbingan dan konseling, serta efektivitas layanan bimbingan dan konseling pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 225 Jakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Wawancara dilakukan dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 225 Jakarta, 5 guru bimbingan dan konseling, 5 walikelas, 5 guru mata pelajaran, dan 5 peserta didik. Observasi dilakukan terhadap 5 guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan program layanan bimbingan dan konseling. Studi dokumentasi dilakukan untuk mengetahui program layanan bimbingan dan konseling, instrumen-instrumen yang digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling, alat untuk mengungkap masalah peserta didik, alat visualisasi layanan bimbingan dan konseling untuk memberikan informasi secara cepat dan tepat kepada stakeholder sekolah, serta himpunan data peserta didik. Analisis data terdiri dari pengolahan dimulai dari pengumpulan data, editing, klasifikasi dan pembuatan koding, serta penafsiran, yang sudah dimulai sebelum di lapangan dan sesudah di lapangan dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan membuat kesimpulan. Teknik triangulasi untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data dari berbagai sumber, dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama Kompetensi keprofesionalan guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling, melaksanakan layanan bimbingan dan konseling baik klasikal. kelompok maupun individu, mengembangkan instrumen-instrumen bimbingan dan konseling, mengembangkan, mengolah, menganalisis dan memanfaatkan hasil alat ungkap masalah, mengembangkan alat visualisasi layanan bimbingan dan konseling serta menyusun dan menegmbangkan himpunan data peserta didik masih rendah. Kedua proses optimalisasi kompetensi keprofesionalan guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 225 Jakarta belum maksimal dan tidak berkelanjutan. Ketiga layanan bimbingan dan konseling pada SMP Negeri 225 Jakarta belum efektif. Berdasarkan kesimpulan, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut, Pertama Kompetensi keprofesionalan guru bimbingan dan konseling sebaiknya ditingkatkan, agar dapat melaksanakan layanan bimbingan dan konseling secara profesional sehingga layanan bimbingan dan konseling lebih efektif. Kedua Proses optimalisasi kompetensi keprofesionalan guru bimbingan dan konseling dikembangkan melalui pelatihan yang rutin, selain mengikuti kegiatan pada Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling sebaiknya pihak sekolah memfasilitasi secara berkesinambungan untuk perbaikan dan perkembangan guru bimbingan dan konseling tersebut. Ketiga Hasil optimalisasi kompetensi keprofesionalan guru bimbingan dan konseling hendaknya diaplikasikan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pada SMP Negeri 225 Jakarta agar menjadi efektif.