Abstrak
ABSTRAK Irvan Dedy. Optimalisasi kompetensi pedagogik guru untuk memperbaiki mutu guru pada sekolah menengah atas (SMA) Dwiwarna Bogor. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2011. Penelitian ini bertujuan menghimpun, menelaah, menganalisis, dan mengungkapkan data untuk mengetahui mutu guru dan kompetensi pedagogik guru, upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan kompetensi pedagogik guru, serta faktorfaktor yang mendukung dan menghambat dalam mengoptimalkan kompetensi pedagogik guru pada SMA Dwiwarna Bogor. Metode yang dipergunakan adalah pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Wawancara dilakukan dengan Kasubag HRD, 8 guru, dan 7 peserta didik. Observasi dilakukan terhadap 7 guru mengenai proses pembelajaran. Dokumentasi dilakukan untuk mengetahui penilaian tentang kompetensi guru melalui hasil penilaian mutu guru, sehingga hasil observasi dan wawancara menjadi lebih dapat dipercaya karena didukung oleh data yang sudah ada. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, transkrip data, pembuatan koding, kategori data, mengambil kesimpulan sementara, tringulasi dan yang terakhir mengambil kesimpulan akhir. Teknik triangulasi digunakan untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik berbeda Beberapa hal yang diperoleh dari penelitian dalam upaya mengoptimalisasi kompetensi pedagogik untuk memperbaiki mutu adalah sebagai berikut: Pertama, mutu guru pada SMA Dwiwarna Bogor masih belum sesuai dengan harapan. Kedua, pemahaman guru mengenai kompetensi pedagogik dan penerapannya di dalam pembelajaran masih belum optimal. Ketiga, upaya mengoptimalkan kompetensi pedagogik guru ini telah dilakukan oleh guru secara pribadi dan pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan. Keempat, faktor yang mendukung adalah pimpinan sekolah yang open mind, anggapan bahwa guru merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan, guru yang mempunyai semangat dalam belajar, fasilitas penunjang pembelajaran yang lengkap, pemerataan kesempatan yang diberikan, dan adanya pelatihan, seminar, workshop, dan pendidikan yang direncanakan bagi setiap guru. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kesadaran dalam diri guru yang masih kurang, masih ada guru yang merasa dirinya sudah hebat dibandingkan yang lain, manajemen waktu yang masih kurang baik, perencanaan kegiatan yang kurang baik, serta pelaksanaan observasi, supervisi, dan evaluasi yang masih belum optimal. Berdasarkan hasil penemuan di atas, penulis menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru dan pihak sekolah dalam upaya mengoptimalisasi kompetensi pedagogik untuk memperbaiki mutu adalah sebagai berikut: Pertama, melakukan seleksi awal yang ketat pada saat penerimaan guru baru dan melakukan pemantauan kepada setiap guru secara berkesinambungan. Kedua, guru sepatutnya berusaha memahami peserta didik, membuat perancangan dan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kondisi peserta didik, melakukan evaluasi dari berbagai aspek, serta mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan potensi mereka. Ketiga, para guru sebaiknya terus berupaya mengotimalkan kompetensi pedagogiknya dengan kesadaran sendiri, melakukan diskusi atau tukar pendapat dengan rekan guru yang lain. Selain itu pihak sekolah sebaiknya membuat rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dalam mengoptimalkan kompetensi guru dan melakukan pemantaun mengenai optimalisasi kompetensi pedagogik guru ini. Keempat, faktor-faktor yang mendukung dalam pengoptimalan kompetensi pedagogik sepatutnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru, sedangkan faktor penghambat sebaiknya dicarikan solusi bersama dengan tepat agar dapat memberikan pembelajaran yang terbaik kepada peserta didik.