Abstrak
ABSTRAK Ida Widaningsih. Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus Inkomplit di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara Tahun 2010 Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA , 2011. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit. Metode yang digunakan adalah desain crossectional dimana penelitian ini untuk melihat hubungan antar abortus inkomplit dan umur ibu, pendidikan, pekerjaan ibu, paritas, usia kehamilan, anemia, adanya infeksi, hipertensi dan antenatal care (ANC) Penelitian ini dilaksanakan pada bulan bulan Maret 2011 sampai dengan bulan Agustus 2011. Populasi yang diambil seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan < 22 minggu dan didiagnosa abortus oleh dokter dan dirawat di Instalasi Rawat Inap Kebidanan RS Umum Daerah Koja Jakarta Utara sejumlah 367 kasus abortus, Sedangkan sampelnya seluruh populasi yaitu seluruh ibu hamil < 22 minggu yang didiagnosa abortus oleh dokter dan dirawat di Instalasi Rawat Inap Kebidanan RS Umum Daerah Koja Jakarta Utara (Total Sampling). Data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diambil dari catatan medik pasien di RS Umum Daerah Koja Jakarta Utara. Sedangkan penyajian data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tabel frekuensi untuk uji univariat dan tabel crosstab untuk uji bivariat. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat yang dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan karakteristik dari setiap variabel yang diteliti, analisis bivariat yang dilakukan untuk melihat hubungan variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan uji beda dengan metode Chi-Square, dan analisis multivariat yang digunakan untuk melihat variabel yang paling dominan. Dari hasil univariat pada penelitian ini didapatkan bahwa dari 367 responden sekitar 60% ibu mengalami abortus inkomplit, dengan rata-rata ibu umur yang tidak beresiko (20-30 tahun) yaitu sebanyak 198 orang. Sebagian besar ibu memiliki pendidikan rendah (tamat SLTA-tamat SD). Lebih setengah dari responden ibu bekerja sebagai buruh yaitu sebesar 64,0% dari 100 ibu yang diambil. Sebagian besar diantara responden memiliki jumlah anak yang beresiko yaitu primi dan grande multi.Jumlah responden yang umur kehamilannya tidak beresiko yaitu ≤ 12 minggu lebih banyak dari pada ibu yang umur kehamilannya beresiko yaitu > 12 minggu. dari jumlah ibu yang dijadikan sampel terdapat 184 ibu yang tidak anemia sedangkan sisanya menderita anemia, hampir seluruh ibu tidak memiliki riwayat hipertensi, sebanyak 285 ibu menderita infeksi dari 367 responden yang diambil, ibu yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan/ante natal care (ANC) lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan/ANC. Pada analisis bivariat didapatkan hubungan yang bermakna antara umur ibu (p value 0,000), dan paritas (p value 0,001) dengan abortus inkomplit. Untuk mencegah terjadinya abortus inkomplit perlu dilakukan pendidikan/penyuluhan kesehatan masyarakat tentang perlunya melakukan pemeriksaan antenatal agar kelainan kelainan yang mungkin terjadi seperti anemia dapat segera dilakukan intervensi dan untuk peneliti selanjutnya adalah apakah ada hubungan abortus inkomplit dengan faktor ekonomi dan pekerjaan ibu, dan harus memakai data primer supaya data lebih akurat karena pada catatan medika record kurang lengkap untuk data ekonomi dan pekerjaan klien. Daftar Bacaan : 13 bacaan (1998-2010).