Abstrak
ABSTRAK Ai Yeyeh Rukiah, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pasangan Usia Subur (PUS) dalam Memanfaatkan Program Keluarga Berencana di Desa Cikeris Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta Tesis Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Jakarta Tahun 2010 Belum maksimalnya pemanfaatan program KB oleh Pasangan Usia Subur (PUS) baik di seluruh Indonesia maupun di wilayah penelitian yakni Purwakarta, sehingga target belum tercapai dengan maksimal Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi Pasangan Usia Subur dalam pemanfaatan program keluarga berencana di Desa Cikeris Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta Tahun 2009. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pasangan usia subur berdasarkan karakteristik demografi, paritas, pengalaman berKB, pengaruh lingkungan, sosial budaya dan agama, serta sikap pasangan usia subur dalam pemanfaatan program keluarga berencana. Rangcangan yang digunakan dengan analisa deskriptif dengan metode cross sectional. Subyek penelitian yang diambil adalah seluruh pasangan usia subur, ketua program keluarga berencana di Badan Keluarga Berencana Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Purwakarta, petugas lapangan keluarga berencana, petugas kesehatan di Dinas kesehatan kabupaten Purwakarta bagian Kesehatan Keluarga, bidan desa, dan kader kesehatan di Desa Cikeris. Data dianalisis menggunakan analisa deskriptik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif Hasil penelitian menemukan bahwa 76% responden memanfaatkan program KB. Lama penggunaan lebih dari 1-5 tahun sebanyak 43%. Pendidikan suami terbanyak tamat sekolah dasar sebesar 54%, sedangkan pendidikan istri 66% adalah tamatan sekolah SD. Suami yang bekerja tertinggi pada pekerjaan sebagai buruh sebanyak 37%. Sebanyak 60% penghasilan suami kurang atau sama dengan 1 juta dan 50% menyatakan bahwa kontrasepsi adalah murah. Hanya 11% yang menyatakan kontrasepsi mahal. Sebanyak 90% responden menyatakan akses ke tempat layanan kesehatan pada jarak tempuh > 100-500 meter, dengan waktu tempuh < 30 menit sebanyak 74%. Akses ke tenaga kesehatan di desa 77% menyatakan ke Puskesmas. 91% responden menyatakan ada keberadaan kader kesehatan di desa dan pernah mendapatkan informasi dari tetangga rumahnya sebanyak 69%. 47% responden menyatakan tidak tahu tentang larangan Agama untuk penggunaan alkon. Dari total ibu bekerja yaitu 50% mendapatkan tunjangan dengan tunjangan dana sehat hanya sebanyak 30%. Dari total ibu bekerja sebanyak 70% mendapatkan ijin dari atasan untuk kontrol KB. Pemanfaatan program KB dipengaruhi oleh jumlah anak (2-3 anak), keinginan untuk memperlebar jarak kehamilan, kemudahan akses ke tempat pelayanan dan petugas kesehatan, informasi dari tetangga dan petugas kesehatan, keaktifan petugas melakukan promosi program KB, dan pemahaman tentang kesehatan. Pada responden yang bekerja, pemanfaatan program KB dipengaruhi oleh tunjangan dana sehat, ijin kontrol, dan dukungan dari teman kantor. Kata kunci: Pasangan usia subur, pelayanan, program keluarga berencana.