Abstrak
Kenyataan satu tahun terakhir di Indonesia, musibah bencana alam yang beruntun tidak diimbangi dengan penanggulangan secara memadai. Hal itu karena praktiknya selama ini miskin konsepsi kepemimpinan yang mampu menganalisis keadaan dan mengelola daya dukung sosial. Karena itu makalah ini menawarakn sebuah konsep kepemimpinan yang bersinergi dengan kecerdasan untuk menanggulangi bencana. Koherensi teoretisnya memanfaatkan teori terapi psikologi kognitif coney (1995), perspektif kepemimnpinan yang dikembangkan Harvey Robbins (2000), dan teori mitologi sosial Roland Barthes (1976). Betapa pun, bencana dapat diandaikan sebagai model kerusakan yang menghancurkan normalitas sehingga memerlukan terapi psikologis, dipandu oleh kepemimpinan yang kuat, dan dapat diterima masyarakat. Simpulannya, ditemukan irrasionalitas para korban yang menjadi indikasi ketidakmampuan pemimpin menganalisis situasi. Ketidakmampuan kognitif ini berdampak terhadap lemahnya kemampuan pemimpin menciptakan manajemen penanggulangan dan eksekusi di lapangan terbukti involutif. Rekomendasinya, perlu kiranya kecerdasan pemimpin untuk menganalisis situsi dan memecahkan masalah, birokrasi pemerintahan harus disederhanakan, dan perlunya penerbitan standar operasi.