Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara pola tidur siswa dengan hasil belajar matematika siswa. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ?Terdapat hubungan antara pola tidur dengan hasil belajar matematika siswa?. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Islamic Centre Tangerang pada semester 2 tahun pelajaran 2007/2008. Sampel diambil secara acak sederhana (simple random sampling) dengan mengambil 40 siswa dari 80 siswa. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik korelasi. Instrumen pola tidur siswa (variabel X) menggunakan kuesioner dengan skala Likert, sedangkan untuk instrumen hasil belajar matematika siswa (variabel Y) menggunakan tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda (multiple choice). Sebelum digunakan dalam penelitian instrumen yang menggunakan kuesioner diujicobakan kepada 31 siswa dalam populasi selain responden, dan dari hasil uji coba diperoleh 34 soal yang valid dari 40 soal, sedangkan instrumen hasil belajar matematika diujicobakan kepada 32 siswa dan diperoleh 28 soal yang valid dari 40 soal. Untuk pengujian reliabilitas kuesioner diujicobakan kepada 31 siswa dan diperoleh r11=0,921>0,355=rtabel, sedangkan tes hasil belajar matematika diujikan kepada 32 siswa dan diperoleh r11=0,908>0,349=rtabel, sehingga instrumen penelitian ini reliabel dan layak digunakan. Sebelum data dianalasis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas dengan uji lilliefors, uji linieritas dan uji keberartian regresi dengan menggunakan analisis varians (ANAVA). Dari hasil pengujian normalitas untuk data variabel X diperoleh Lhitung 0,0983 < 0,1401 = Ltabel dan data variabel Y diperoleh Lhitung=0,1057<0,1401, maka dapat disimpulkan kedua data tersebut berdistribusi normal. Hasil perhitungan regresi linier diperoleh Y? =-41,44+0,58 X. Untuk uji kelinieran regresi menghasilkan hitung=1,53<2,35=Ftabel sehingga dapat disimpulakan model regresi tersebut linier, artinya terdapat hubungan yang linier dari kedua variabel. Uji keberartian regresi didapat hitung=30,07>4,10=Ftabel, maka dapat disimpulkan model regresi signifikan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi product moment dilanjutkan dengan uji keberartian korelasi menggunakan t-student. Dari rhitung=0,711 didapat thitung=8,831>2,024=ttabel yang berarti H1 diterima. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa terdapat hubungan antra pola tidur dengan hasil belajar matematika siswa. Koefisien determinasi diperoleh sbesar 0,5055 artinya 50,55% kontribusi pola tidur dengan hasil belajar matematika siswa.