Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara kemampuan mengatur waktu belajar dengan hasil belajar matematika peserta didik. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ?terdapat hubungan antara kemampuan mengatur waktu belajar dengan hasil belajar matematika peserta didik?. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 75 Jakarta pada semester I tahun pelajaran 2009/2010. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VII di SMP Negeri 75 Jakarta. Sampel yang digunakan sebanyak 40 peserta didik dari 78 peserta didik yang diambil secara acak sederhana, sedangkan metode yang digunakan metode survei dengan teknik korelasi. Instrumen kemampuan mengatur waktu belajar (variabel X) menggunakan angket kemampuan mengatur waktu belajar, sedangkan untuk instrumen hasil belajar matematika peserta didik (variabel Y) menggunakan tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen kemampuan mengatur waktu belajar dan hasil belajar matematika diujicobakan kepada 37 peserta didik dalam populasi selain responden, dan dari hasil uji coba diperoleh 35 pernyataan angket yang valid dari 50 pernyataan dan 28 soal yang valid dari 40 soal. Untuk pengujian reliabilitas angket kemampuan mengatur waktu belajar yang diujikan, diperoleh rhitung = 0,859 > 0,325 = rtabel sedangkan untuk pengujian reliabilitas tes hasil belajar matematika yang diujikan, diperoleh rhitung = 0,861 > 0,325 = rtabel sehingga instrumen penelitian ini reliabel dan layak digunakan. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilkukan uji persyaratan analisis data yaitu normalitas dengan uji lilliefors, uji linieritas, dan uji keberartian regresi dengan menggunakan analisis varians (ANAVA). Dari hasil pengujian normalitas untuk data variabel X diperoleh Lhitung = 0,109 < 0,140 = Ltabel dan data variabel Y diperoleh dan Lhitung = 0,073 < 0,140 = Ltabel, maka dapat disimpulkan kedua data tersebut berdistribusi normal. Hasil perhitungan regresi linier diperoleh Ŷ = - 4,844 + 0,212X. Untuk uji kelinieran regresi menghasilkan Fhitung = 0,352 < 2,300 = Ftabel sehingga dapat disimpulkan model regresi tersebut linier, artinya terdapat hubungan yang linier dari kedua variabel. Uji keberartian regresi didapat Fhitung = 17,329>4,10 = Ftabel, maka dapat disimpulkan model regresi signifikan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi product moment dilanjutkan dengan uji keberartian korelasi menggunakan t-student. Dari rhitung=0,559 didapat thitung = 4,157 > 2,024 = ttabel yang berarti H1 diterima. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan mengatur waktu belajar dengan hasil belajar matematika peserta didik. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,313 artinya kontribusi kemampuan mengatur waktu belajar terhadap hasil belajar matematika peserta didik sebesar 31,3 %.