Abstrak
Agama merupakan bagian yang cukup penting dalam jiwa seorang anak. Sebagian orang mengatakan bahwa agama bisa mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak dewasa ini sehingga tidak melakukan hal-hal yang merugikan atau bertentangan dengan pandangan masyarakat. Namun di sisi lain kurangnya pendidikan agama terkadang dituding sebagai salah satu diantara berbagai faktor penyebab meningkatnya kenakalan remaja. Berbagai faktor yang berkembang dalam masyarakat, menyebabkan timbulnya berbagai tindakan kriminalitas dan penyimpangan perilaku pada anak, antara lain seperti : mencuri, tawuran, merampok, pelecehan seksual, terjerumus narkoba dan sebagainya. Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya berbagai tindakan kriminalitas dan penyimpangan perilaku tersebut diatas antara lain : Faktor keluarga yang kurang harmonis, faktor ekonomi keluarga, faktor lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat bahkan dapat dipicu oleh faktor intern individu. Pendidikan agama sebagai faktor penyaring yang dapat mengubah tingkah laku individu bagi kehidupan pribadinya atau kehidupan masyarakatnya dan kehidupan dalam alam sekitarnya, diharapkan dapat menjadikan ajaran agama sebagai pedoman hidup, sehingga tercermin dalam kepribadiannya sebagai pengabdian seorang hamba kepada penciptanya Allah SWT, sehingga selamatlah hidupnya di dunia dan di akhirat. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan agama terhadap perilaku menyimpang anak. Subjek penelitian adalah siswa-siswi SMA Muhammadiyah 5 Tebet Timur. Penelitian ini menggunakan konsep yang pernah diteliti tentang skala pendidikan agama yang disusun dan dikembangkan berdasarkan teori Allport dan Ross dan skala perilaku menyimpang disusun berdasarkan teori dari Jensen. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendidikan agama sebagai variabel bebas dan perilaku menyimpang sebagai variabel terikat. Dari hasil penelitian di lapangan diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh yang cukup signifikan antara pendidikan agama terhadap perilaku menyimpang siswa, berarti semakin tinggi pemahaman agama semakin rendah untuk melakukan perilaku menyimpang begitupun sebaliknya.