Abstrak
Penyebab perceraian sangat ragam tetapi setiap perceraian pada umumnya membawa pengaruh yang negatif, terutama pada anak. Anak akan merasa minder rasa rendah diri dan jadi malu, bahkan tidak sedikit anak menjadi nakal dan berandal. Mereka banyak melakukan tindakan yang bersifat anti sosial. Untuk membatasi masalah agar tidak terlalu luas, maka yang akan dibahas oleh penulis dalam skripsi ini adalah orang tua yang cerai hidup dan tidak ruju?, sedangkan mereka telah dikaruniai anak baik satu, dua, atau lebih, yang berusia antara 6 sampai 18 tahun atau belum menginjak masa dewasa. Adapun mengenai prestasi belajar siswa. Masalah pokok yang akan diteliti dalam skripsi ini adalah ? apakah perceraian orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa?? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan dan memperoleh data, mengenai perceraian orang tua, apakah berpengaruh negatif atau tidak terhadap prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui bagaimana cara-cara menangulangi pengaruh negatif perceraian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Untuk mengembangkan dan menambah wawasan pengetahuan penulis tentang prestasi belajar siswa. Tehnik pengumpulan data dalam skripsi ini adalah penelitian kepustakaan, penelitian lapangan, adapun untuk memperoleh data-data lapangan ditempuh tehnik-tehnik sebagai berikut: Observasi, Wawancara, Angket. Sedangkan tehnik analisa datanya adalah menggunakan table distribusi frekuensi , relatif, kolerasi product moment. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan masalah pengaruh perceraian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Setelah dilakukan penelitian dan pembahasan yang mendalam dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh perceraian orang tua terhadap prestasi belajar siswa, sekalipun. Kolerasi yang lemah atau rendah dengan perolehan angka indeks kolerasi product moment sebesar 0,324. Dengan demikian, kolerasi antara variabel X dan variabel Y bertanda positif yang apabilah berkonsultasi pada tabel nilai ?r?product moment.