Abstrak
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA FAKULTAS ILMU?ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT JURUSAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Skripsi, Februari 2010 Risha Dwijayati Identifikasi Kecelakaan Kerja Dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) di Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan Periode Oktober?Desember Tahun 2009. (xiii + 90 Halaman + 16 Tabel + 1 Bagan + 2 Lampiran ) ABSTRAK Data dan Informasi ketenagakerjaan Depnaker menuliskan bahwa dari jumlah pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja meningkat dalam 3 tahun terakhir dan merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja pada tahun 2009 mencapai 2.124 orang, jumlah pekerja yang meninggal merupakan peningkatan dari tahun 2008 yang mencapai 1.883 orang dan pada tahun 2007 mencapai 1.597 orang. Pada tahun 2006 angka kecelakaan kerja mencapai 2.045 orang, sementara angka kasus kecelakaan tertinggi dalam 4 tahun terakhir yakni mencapai 99.023 pekerja. Kasus kecelakaan kerja pada tahun 2009 mencapai 93.823 orang dengan jumlah pekerja yang sembuh 85.090 orang sedangkan yang cacat fital mencapai 44 orang. Tujuan khusus dari penelitian ini yaitu untuk dapat mengetahui laporan kecelakaan kerja di Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana periode Oktober?Desember tahun 2009 serta penyebab terjadinya kecelakaan kerja baik dari unsafe condition maupun unsafe action. Dalam penelitian ini, Peneliti akan memfokuskan pada alur kerja untuk kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman dengan hasil data sekunder serta penerapannya kedalam metode Fault Tree Analysis yang merupakan penelitian kualitatif untuk dapat menganalisa data sekunder dan data primer yang ada sehingga mengetahui akar penyebab kecelakaan kerja. Informan adalah 1 orang kepala lapangan petugas pemadam kebakaran, 1 orang petugas lapangan, 21 petugas yang mengalami kecelakaan kerja serta 1 petugas bagian pelaksanaan analisis kecelakaan kerja (bagian operasional) dan data diperoleh dengan cara melakukan wawancara mendalam dan observasi yang dilaksanakan pada bulan November 2009-Januari2010. Dari hasil penelitian lapangan memperoleh hasil pada kondisi tidak aman terdapat 8 kasus yang disebabkan oleh kondisi lingkungan terdiri dari: iklim kerja yang tidak aman, dan kecacatan atau ketidaksempurnaan, kemudian terdapat kejadian bahaya lainnya, serta kondisi abnormal yang terdiri dari: pengaturan prosedur yang tidak aman, kondisi abnormal dan kondisi lingkungan yang tidak aman. Sedangkan tindakan tidak aman terdapat 13 kasus yang disebabkan oleh operator bekerja tidak sesuai standard, hal ini biasa disebabkan karena bekerja sembrono, posisi tubuh yang tidak benar, tanpa wewenang, bekerja dengan kecepatan berbahaya, melalaikan APD. Adapun analisis kecelakaan kerja yang dilakukan pada penelitian ini, maka penerapan metode FTA perlu dipertimbangkan sebagai bahan tambahan untuk mengambil keputusan dan membuat laporan kejadian kecelakaan kerja sehingga diketahui akar penyebab kegagalan (faul ) yang menyebabkan kerugian (loss). Berdasarkan hasil dari metode FTA yang dilakukan peneliti, disarankan kepada pihak manajemen untuk dapat memperbaharui lembar analisis kecelakaan kerja, karena lembar analisis kecelakaan kerja yang sudah ada hanya berupa jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja dan kerugian yang dikeluarkan Instansi Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadikan masukan bagi Instansi Pemadam untuk dapat melakukan langkah pencegahan agar angka kecelakaan kerja menjadi berkurang dan memberikan trainning bagi pekerja tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Daftar Bacaan : 17 (1970-2009)