Abstrak
Pecut kuda (Stachytarpheta adulterina .L.) merupakan suatu tanaman yang telah dikenal masyarakat Indonesia sebagai salah satu tanaman tradisional yang digunakan untuk pengobatan obat luar terutama untuk luka terbuka. Ekstrak daun pecut kuda dari halusan daun segar bersifat adstringent pada kulit yang dapat menciutkan luka, sifat bakterisid dan fungisid dapat mencegah serabut kulit dari serangan bakteri. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol dan halusan segar daun pecut kuda pada tikus putih yang dibuat luka terbuka. Pembuatan luka dilakukan menurut metode Morton, menggunakan 36 ekor tikus putih betina galur wistar. Enam ekor tikus digunakan untuk percobaan pendahuluan dan 30 ekor untuk tahap percobaan sesungguhnya. Percobaan sesungguhnya terbagi atas 6 kelompok, kelompok A kontrol negatif yang dibuat luka terbuka dengan hanya ditutup kasa, kelompok B adalah kontroI positif yang dibuat luka terbuka dan diberi povidon iodida, kelompok C diberi 2,5g halusan daun segar sedangkan kelompok D, E, F adalah kelompok uji yang diberi ekstrak etanol setara 5g, 10g, dan 20g daun pecut kuda segar. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak etanol dan halusan segar daun pecut kuda, penutup luka diganti setiap hari dan pada masing masing kelompok luka ditutup dengan kasa steril. Pengamatan sampai hari ke-12 yang diamati adalah diameter luka. Berdasarkan hasil analisa statistik anova satu arah pada taraf uji 0,05 pada perlakuan hari ke-1, 2, 6 dan hari ke-12 selama 12 hari pengamatan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada persentase penyembuhan luka antara pemberian povidon iodida dengan esktrak etanol dan halusan segar daun pecut kuda.