Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis hubungan antara pengetahuan supervisi dan iklim kerja dengan prestasi kerja pengawas di Lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama DKI Jakarta. Hipotesis yang diuji adalah: (1) terdapat hubungan positif antara pengetahuan supervisi dengan prestasi kerja pengawas; (2) terdapat hubungan positif antara iklim kerja dengan prestasi kerja pengawas; (3) terdapat hubungan positif antara pengetahuan supervisi dan iklim kerja secara bersama-sama dengan prestasi kerja pengawas. Penelitian dilaksanakan lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode survai. Target populasi adalah 202 pengawas. Sampel diambil sekitar 40 % dari populasi yang ada. Teknik pengambilan menggunakan cara praposional random sampling untuk 5 wilayah Kota masing-masing diambil sebanyak 16 pengawas, sehingga keseluruhan berjumlah 80 sampling. lnstrurmen penelitian untuk variabel prestasi kerja pengawas dan iklim kerja pengawas menggunakan kuesioner. Sedangkan pengetahuan supervisi menggunakan test. Sebelum digunakan sebagai instrumen penelitan, ketiga instrumen tersebut diuji coba terlebih dahulu untuk menentukan validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa butir soal prestasi kerja pengawas terdapat 34 valid dari 40 butir soal; Pengetahuan supervisi pengawas diperoleh 25 valid dari 30 butir soal; dan lklim Kerja pengawas terdapat 36 valid dari 40 butir soal. Hasil uji reliabilitas instrumen prestasi kerja pengawas diperoleh nilai koefisien α = 0, 9388; instrumen pengetahuan supervisi pengawas diperoleh nilai koefisien α = 0, 9141; dan untuk instrumen Iklim Kerja diperoleh nilai koefisen α = 0, 9399. Analisis data penelitian menggunakan rumus korelasi dan regress, yang di awali dengan uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas menggunakan rumus Lilliefors dengan hasil bahwa ketiga variabel mempunyai data berdistribusi normal. Uji homogenitas data menggunakan Bartlet, dengan hasil data X1 atas Y maupun X2 atas Y adalah homogen. Hasil penelitian menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: Pertama, berdasarkan posisi teoritis maka prestasi kerja mempunyai kriteria baik, pengetahuan supervisi berkriteria cukup dan iklim kerja pengawas berkriteria baik. Keadaan tersebut perlu adanya upaya peningkatan prestasi kerja pengawas melalui peningkatan pengetahuan supervisi dan peningkatan iklim kerja pengawas. Kedua, hipotesis adanya hubungan positip antara pengetahuan supervisi pengawas (X1) dengan prestasi kerja pengawas (Y) dapat diterima. Hubungan tersebut menghasilkan persamaan regresi Ŷ = 90,538 + 2,441 X1, dan koefisien korelasi ry1 = 0, 7181 pada tingkat signifikansi 0,05. Ketiga, hipotesis adanya hubungan positip antara iklim kerja pengawas (X2) dengan prestasi kerja pengawas (Y) dapat diterima. Hubungan tersebut menghasilkan persamaan regresi Ŷ = 56,492 + 0,622 X2, dengan koefisien korelasi ry2 = 0,794 pada tingkat signifikansi 0,05. Keempat, hipotesis adanya hubungan positip secara bersama-sama antara pengetahuan supervisi pengawas (X1) dan iklim kerja (X2) dengan prestasi kerja pengawas (Y) dapat diterima. Hubungan tersebut menghasilkan persamaan regresi Ŷ = 60, 17 + 0,956 X1 + 0,457 X2 dengan koefisien korelasi Ry.12 = 0,8152 pada tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut dimungkinkan adanya usaha peningkatan prestasi kerja pengawas. Upaya peningkatan prestasi kerja melalui peningkatan pengetahuan supervisi pengawas khususnya berkaitan dengan obyek pekerjaan, dengan mempelajari formal non formal atau dari pengalaman orang lain. Upaya peningkatan prestasi kerja melalui iklim kerja dilakukan dengan peningkatan situasi yang kondusif di lingkup status kerjanya maupun di tempat obyek kerja (Madrasah). Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk pengawas, instansi yang terkait dengan pengawas, kepala sekolah dan guru, yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi kerja pengawas. Dan akhimya dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya di lingkup Madrasah.