Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan gaya kepemimpinan dan motivasi berprestasi kepala sekolah dengan efektivitas kerja guru. Penelitian dilakukan di 6 SMU Swasta Kabupaten Tangerang pada tahun ajaran 2001/ 2002. Jumlah sampel untuk setiap SMU adalah 15 orang yang diambil secara random sampling sehingga jumlah sampel seluruhnya adalah 90 orang guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan teknik skala penilaian Likert yang selanjutnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan validitas dan teknik reabilitas a (Alpha-Cronbach), kemudian dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis regresi dan korelasi. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji t dan uji F pada taraf signifikansi a = 0,05, Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Ada hubungan linier yang positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan efektivitas kerja guru ( r = 0,357 dan Y = 77,076 + 0, 592)(1), 2. Ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi guru dengan efektivitas kerja guru ( r = 0,474 dan Y = 57,594 + 0,455)(2), 3. Ada hubungan yang positif juga antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru bersama-sama dengan efektivitas kerja guru (R = 0,571 dan Y = 11,522 + 0,444X1 + 0,468X2). Berdasarkan analisis koreiasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1. Sumbangan dari gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kerja guru adalah 12,7 %, 2. Sumbangan motivasi berprestasi guru terhadap efektivitas kerja guru adalah 22,4 %, 3. Sumbangan dari gaya kepemimpinan dan motivasi berprestasi guru secara bersama-sama bagi efektivitas kerja guru adalah 32,6 %. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru memberikan sumbangan yang berarti bagi efektivitas kerja guru. Berdasarkan pemikiran dan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dalam kesempatan ini penulis mengemukakan beberapa saran, sebagai berikut: 1. Kepala sekolah perlu membenahi diri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar dapat memperluas wawasan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan motivasi berprestasi baik bagi dirinya sendiri maupun bagi guru demi mencapai efektivitas kerja yang tinggi. 2. Kepala sekolah perlu mengadakan pendekatan terhadap para guru, baik pendekatan individual maupun pendekatan kelompok, agar kepala sekolah lebih mengenal para guru, sehingga kepala sekolah dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya demi meningkatkan efektivitas kerja guru.